AlatUkur Panjang Beserta Fungsi, Ketelitian, Gambar dan Penjelasannya. 12 Desember 2020 Oleh mokhammad. Alat ukur panjang - Dalam ilmu fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia nyata. Alat ukur adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk mengukur benda atau kejadian CaraPembacaan Skala Pada Mistar Baja - Mistar baja yang sering kita kenal sebagai meteran yang di artikan sebagai alat ukur yang digunkan untuk mengukur besaran panjang, bahwa mistar dalam skala terkecil 1 mm, atau 0,1 cm. Ada beberapa jenis mistar diantaranya: 1. Mistar lipat, mistar rol dan penggaris. Perlu kita ketahui cara pembacaan skala pada mistar. KegunaanMikrometer Sekrup. Fungsi atau kegunaan mikrometer sekrup ada empat, yaitu: 1. Untuk mengukur ketebalan suatu benda yang sangat tipis seperti lempeng baja, aluminium bahkan kertas. 2. Untuk mengukur diameter luar suatu benda yang sangat kecil seperti diameter bantalan peluru, kabel, kawat dan sebagainya. 3. Bahuadalah satuan luas lahan yang dipakai di beberapa tempat terutama di Jawa. Satuan bahu banyak digunakan untuk area pertanian dan telah dipakai sejak zaman Hindia Belanda. Satu bahu adalah 500 ubin. Oleh karena itu contoh satuan tidak baku yang sesuai pada pilihan ganda yang tersedia adalah bahu, hasta, dan tumbak. Sementara untuk yard, mol LAMPIRANPERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 28/PRT/M/2016 TENTANG ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN BIDANG PEKERJAAN UMUM. Hijrah Ananta. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 34 Full PDFs related to this paper. Mistaradalah penggaris, berdasarkan skalanya ada beberapa jenis penggaris. Namun, penggaris yuang umum digunakan adalah penggaris berskala mm, yaitu penggaris yang skala terkecilnya adalah 1mm atau 0,1 cm, sehingga ketidakpastian ∆x adalah: ∆ x= ½ x 1 mm = 0,5 mm = 0,05 cm. Untuk menghindari kesalahan dalam membaca skala pada mistar, maka . Seperti anda ketahui menurut bentuk bukaan pada profil. Sebenarnya baja kastela terdiri 4 jenis, yaitu heksagonal, bulat, oval dan persegi. Lebih lengkap artikel membahas material ini dapat anda baca melalui tautan. Adapun tabel berat baja kastela anda ketahui melalui artikel ini. Yang berlaku untuk 4 macam baja kastela tersebut. Daftar ukuran dan berat satuan Bahan untuk membuat baja kastela hanya 2, yakni baja profil WF dan H-Beam. Nah guna memudahkan teman-teman menghitung tonase. Sebaiknya menggunakan tabel berat baja kastela. Karena dalam daftar ukuran ini telah lengkap. 19 jenis ukuran & berat satuan baja kastela Cara membaca daftar material Profil awal = Setelah jadi baja kastela = Berat per meter. HB 100x100x6x8 = HB 100 HCO 150x100x6x8 = 17,20 kg/m WF 150x75x5x7 = WF 150 HCO 225x75x5x7 = 14,00 kg/m HB 150x150x7x10 = HB 150 HCO 225x150x7x10 = 31,50 kg/m WF 200x100x5,5×8 = WF 200 HCO 300x100x5,5×8 = 21,33 kg/m HB 200x200x8x12 = HB 200 HCO 300x200x8x12 = 49,90 kg/m WF 250x125x6x9 = WF 250 HCO 375x125x6x9 = 25,70 kg/m HB 250x250x9x14 = HB 250 HCO 375x250x9x14 = 72,40 kg/m WF 300x150x6,5×9 = WF 300 HCO 450x150x6,5×9 = 36,70 kg/m HB 300x300x10x15 = HB 300 HCO 450x300x10x15 = 94,00 kg/m WF 350x175x7x11 = WF 350 HCO 525x175x7x11 = 49,60 kg/m HB 350x350x12x19 = HB 350 HCO 525x175x12x19 = 137,00 kg/m WF 400x200x8x13 = WF 400 HCO 600x200x8x13 = 66,00 kg/m HB 400x400x13x21 = HB 400 HCO 600x400x13x21 = 172,00 kg/m WF 450x200x9x14 = WF 450 HCO 675x200x9x14 = 76,00 kg/m WF 500x200x10x16 = WF 500 HCO 750x200x10x16 = 89,60 kg/m WF600x200x11x17 = WF 600 HCO 900x200x11x17 = 106,00 kg/m WF588x300x12x20 = WF588 HCO 882x300x12x20 = 151,00 kg/m WF 700x300x13x24 = WF 700 HCO = 185,00 kg/m WF 800x300x14x26 = WF 800 HCO = 210,00 kg/m Keterangan tentang dimensi baja kastela Dalam tabel berat baja kastela terlihat beberapa angka-angka yang sama. Hal itu menandakan bahwa ukuran tersebut tidak mengalami perubahan. Walau profil awal sudah mengalami pembentukan material lain. Dimensi material yang tetap adalah B = Lebar flange sayap t1 = Tebal web t2 = Tebal flange Sedangkan yang berubah adalah Tinggi profil semula H, menjadi Tinggi baja kastela Dc. Seperti terlihat pada gambar. Namun demikian untuk penulisan notasi. Wajib anda cantumkan secara lengkap. Supaya orang yang membaca gambar dan dokumen proyek mudah mengerti. Contoh penulisan baja kastela yang benar Pada tabel berat baja kastela, tertera pula penulisan dimensi material secara lengkap. Misalnya WF 800 HCO Angka-angka pada material tersebut menerangkan H x Dc x B x t1 x t2 Sementara notasi WF menunjukan bahwa awalnya material tersebut adalah baja WF. Sedangkan HCO singkatan dari Honeycomb merujuk pada ukuran baja kastela. Istilah HCO selalu kami pakai untuk menerangkan material yang terbuat dari baja kastela. Kemungkinan penggiat konstruksi baja lain menggunakan cara yang berbeda. Misalnya hanya dengan menulis Kastela 375x250x9x14. Namun pemberian notasi yang peling benar adalah dengan mencantumkan asal mula profil. Manfaat memahami ukuran material kastela Selain untuk perhitungan tonase. Tabel berat baja kastela juga berguna sebagai ketentuan untuk Tinggi baja kastela Dc. Ketika teman-teman hendak merancang maupun melaksanakan pabrikasi. metrik adalah pada satuan waktu, dimana keduanya menggunakan besaran detik, menit dan jam untuk satu satuan waktu. Membicarakan alat ukur pada bengkel kerja mesin, juga berarti membicarakan alat ukur pada kerja bangku, karena bengkel kerja bangku adalah merupakan bagian dari bengkel kerja mesin. Pada bengkel kerja mesin peralatan ukur yang digunakan harus benar-benar presisi, karena benda kerja yang akan diukur adalah benda kerja presisi. Biasanya benda kerja yang dihasilkan pada bengkel kerja mesin adalah benda kerja yang akan digabungkan satu sama lainnya, sehingga menghasilkan peralatan. Untuk dapat saling digabungkan maka ukuran masing-masing benda kerja harus benar- benar presisi. Guna menghasilkan pengukuran yang presisi, maka peralatan ukur, cara memegang alat ukur, dan cara melakukan pengukuran harus benar-benar diketahui secara baik. Di samping itu para pekerja di dalam bengkel kerja mesin harus mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pengukuran. Untuk itulah maka setiap pekerja dalam bengkel kerja mesin harus belajar cara memilih alat ukur dan mempelajari cara pengukuran yang benar. Mistar baja Mistar baja adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin. Alat ukur ini dapat dikatakan alat ukur yang kurang presisi, karena ia hanya melakukan pengukuran paling kecil sebesar 0,5 mm tidak dapat dilayani oleh mistar baja. Dengan demikian alat ukur ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran sampai seperseratus milimeter 0,01 mm. Jenis mistar baja yang dipakai pada bengkel kerja mesin mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya panjang mistar baja adalah 150 mm sampai 300 mm, dengan skala ukur terdiri dari satuan setengah milimeter dan satuan satu milimeter. Dalam bengkel kerja mesin mistar baja ada dua sistem, yaitu sistem metrik dan sistem imperial. Pada sistem imperial untuk satuannya dinyatakan dengan inchi, sedangkan pada sistem metrik satuan dinyatakan dengan milimeter. Di unduh dari Mistar baja sistem imperial mempunyai ketelitian dari 18 inchi, 116 inchi, 132 inchi dan 164 inchi. Dalam bengkel kerja bangku dan kerja mesin biasanya hanya terdapat sampai ketelitian 132 inchi. Mistar gulung Mistar gulung adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda kerja yang panjangnya melebihi ukuran dari mistar baja, atau dapat dikatakan untuk mengukur benda- benda yang besar. Mistar gulung ini tingkat ketelitiannya adalah setengah milimeter, sehingga ia tidak digunakan untuk mengukur benda kerja secara presisi. Panjang dari mistar gulung ini bervariasi dari 2 meter sampai 30 dan 50 meter, tetapi dalam bengkel kerja mesin ukuran yang terpanjang adalah 3 meter. Di unduh dari Protractor Alat ukur ini digunakan untuk mengukur besaran-besaran sudut pada benda kerja dan untuk membantu pekerjaan melukis dan menandai. Protractor dibuat dengan beberapa bentuk, sesuai dengan jenis kegunaannya dan tingkat ketelitiannya. Batas ukur dari protractor adalah dari 0 derajat sampai 180 derajat. Untuk pengukuran besaran sudut dengan teliti, artinya pengukuran besaran sudut kurang dari satu derajat 1 derajat digunakan vernier bevel protractor. Alat ini mempunyai ketelitian sebesar 5 menit. Jadi dengan menggunakan vernier bevel protractor kita dapat melakukan pengukuran mulai dari ukuran sudut 5 menit sampai 180 derajat. Di unduh dari Cara membaca ukuran pada vernier bevel protractor adalah sebagai berikut x Baca ukuran pada skala utama x Baca ukuran yang ditunjukkan pada skala vernier x Jumlahkan ukuran dari skala utama dan skala vernier. Hasil dari penjumlahan tersebut merupakan besar dari ukuran yang diminta. Vernier Caliper 207 E. Alat Ukur Presisi Rendah 1. Mistar Baja Jenis alat ukur panjang ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk mengukur jarak yang relatif pendek dan alat ukur ini merupakan alat ukur linier langsung yang paling sederhana karena hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada bagian penunjuk ukuran skala alat ukur tersebut, secara umum panjang mistar baja yang banyak dipakai berukuran 150 mm hingga 300 mm. Skala yang dicantumkan adalah dalam satuan metrik dan inci, dengan skala metrik terkecil dari mistar adalah 1 mm cm dengan ketelitiannya mm cm. Pada skala inci tercantum dalam pecahan dan persepuluhan misalnya 164, 132, 116, dan 18 inci. Pada persepuluhan dapat dibaca ukuran yang lebih kecil dari164 inci, karena mistar jenis ini memiliki ketelitian inci, Adapun penggunaan dari mistar baja adalah mengukur jarak, memeriksa kerataan permukaan benda kerja, dan melukis garis lurus sebagai penggaris. Mistar baja terbuat dari baja tahan karat atau baja perkakas Cara menggunakan mistar baja  Rapatkan benda ukur pada landasan tumpuan balok landas.  Letakan mistar baja di atas benda ukur, letakan titik nol atau ujung mistar bertumpu pada balok landas. 208  Baca dimensiukuran panjang benda ukur. Mistar baja fungsinya selain untuk mengukur dapat pula digunakan untuk memeriksa permukaan materialbenda kerja seperti pada contoh gambar berikut ini. Gambar Cara menggunakan mistar baja 2. Rol Meter a Memeriksa kerataan suatu bidang b Memeriksa kerataan permukaan benda bulat 209 Roll meter tersedia dalam ukuran 3 meter sampai 50 meter. Pengukuran dengan roll meter memiliki ketelitian rendah, yaitu 1 mm. 3. Jangka Jangka merupakan alat ukur tidak langsung yang dapat digunakan dengan ketelitian rendah. Gambar menggambarkan langkah pengukuran dengan jangka. Gambar Roll meter Gambar Macam macam Jangka Gambar Menggunakan Jangka untuk mengukur a. Posisikan kaki jangka pada bagian yang akan di ukur b. Tahan jarak ukur dengan pengunci c. Bandingkan ke mistar baja dan baca ukuran pada mistar baja 210 BERLATIH MELAKUKAN PENGUKURAN Informasi Setelah mempelajari materi Alat Ukur Mekanik Instrumentasi Industri Kamu harus dapat melakukan pengukuran dengan alat ukur yang telah dipelajari. Pada kegiatan latihan ini, perhatikan hal-hal berikut 1. Selalu menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja melalui penggunaan alat pelindung diri, menjaga sikap kerja, memperhatikan posisi membaca dan melaksanakan pekerjaan atas ijinpengawasan guru. 2. Materi latihan keterampilan disusun secara berurutan, dan setiap siswa harus secara bertahap menyelesaikan pekerjaan, dan berpindahmemulai pekerjaan berikutnya atas ijinpengawasan guru. Materi latihan terdiri dari Latihan 1 Mengukur dengan alat ukur presisi rendah Latihan 2 Mengukur dengan alat ukur presisi tinggi 3. Pada setiap akhir kegiatan latihan diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Hanya jika Kamu siswa telah dinyatakan kompeten, dapat melanjutkan ke latihan berikutnya. 211 Rubrik Penilaian 1. Indeks nilai kuantitatif dengan skala 1 – 4 2. KKM Pengetahuan Baik Keterampilan Baik Sikap 3. Skor Siswa = 4. Konversi klasifikasi nilai kualitatif Konversi nilai akhir Predikat Klasifikasi Skala 1- 4 Skala 0 –100 4 86 -100 A Sangat Terampil Sangat Baik 81- 85 A- 76 – 80 B+ Terampil Baik 71-75 B 66-70 B- 61-65 C+ Cukup Terampil Cukup Baik 2 56-60 C 51-55 C- 46-50 D+ Kurang Terampil Kurang Baik 1 0-45 D 212 A. Tujuan Kegiatan Pemelajaran Mistar baja adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin. Alat ukur ini dapat dikatakan alat ukur yang kurang presisi, karena ia hanya melakukan pengukuran paling kecil sebesar 0,5 mm tidak dapat dilayani oleh mistar baja. Dengan demikian alat ukur ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran sampai seperseratus milimeter 0,01 mm. Jenis mistar baja yang dipakai pada bengkel kerja mesin mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya panjang mistar baja adalah 150 mm sampai 300 mm, dengan skala ukur terdiri dari satuan setengah milimeter dan satuan satu milimeter. Dalam bengkel kerja mesin mistar baja ada dua sistem, yaitu sistem metrik dan sistem imperial. Pada sistem imperial untuk satuannya dinyatakan dengan inchi, sedangkan pada sistem metrik satuan dinyatakan dengan milimeter Mistar baja sistem imperial mempunyai ketelitian dari 1/8 inchi, 1/16 inchi, 1/32 inchi dan 1/64 inchi. Dalam bengkel kerja bangku dan kerja mesin biasanya hanya terdapat sampai ketelitian 1/32 inchi. Post Views 274

berikut yang merupakan satuan skala pada mistar baja adalah